DIALEKSIS.COM | Opini - Aceh sedang mengalami keajaiban statistik. Ekonominya tumbuh, tapi jumlah penduduk miskin justru bertambah. Kondisi ini ibaratnya seperti rumah dicat semakin cantik, sementara penghuninya menahan lapar.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Menjamurnya warung kopi di Aceh tidak bisa lagi dibaca sekadar sebagai geliat bisnis kuliner. Di balik meja kopi yang selalu terisi, percakapan panjang, jaringan pertemanan, dan transaksi kecil yang terus berputar, tersimpan paradoks ekonomi yang penting dikaji: ruang publik terlihat hidup, tetapi daya dorong ekonomi produktif belum sepenuhnya bergerak.